KKN MIT-14 Kelompok 61 UIN Walisongo Semarang Ikut Andil Dalam Pembentukan

Siklus pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia harus selalu dipantau supaya sehat dan terhindar dari penyakit. Tidak hanya pada fase balita saja, akan tetapi fase anak, remaja, hingga peralihan ke usia dewasa membutuhkan hal itu. Dengan begitu, posyandu remaja hadir ditengah masyarakat untuk memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan secara menyeluruh tanpa adanya diskriminasi. Posyandu remaja muncul karena adanya amanah undang-undang pemerintah yaitu memberikan pelayanan kesehatan dan menjamin kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Posyandu remaja hadir bukan sebagai ajang mencari data atau survilans saja, tetapi untuk meningkatkan “awarness” remaja dan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan remaja. Di kecamatan Limbangan ini, pada kamis 21 Juli 2022 Desa Gondang membentuk posyandu remaja yang diberi nama “Posyandu Remaja Sinergi”, dengan harapan remaja Gondang melek akan kesehatan sehingga timbul energi dan terciptanya remaja yang sehat.

Kegiatan ini sudah disiapkan sekitar 2 Minggu, berawal dari silaturahmi anggota KKN MIT 61 UIN Walisongo Semarang dengan bidan desa Gondang yaitu Dwi Puji Astuti, hasil dari koordinasi tersebut muncul adanya gebrakan baru yaitu “Posyandu Remaja”. Lalu dibentuknya kader remaja dari masing-masing perwakilan dusun di desa Gondang, kurang lebih 20 remaja yang usianya antara 10-20 tahun. Tidak hanya itu saja, 15 anggota KKN juga ikut serta dalam mensukseskan acara tersebut dengan dibersamai beberapa perangkat desa yang ikut menyimak dalam kegiatan tersebut.

Rundown acara BIMTEK Kader ini diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan ketua panitia dari anggota KKN MIT 61 dan sambutan kedua dari bidan desa dengan harapan agar posyandu remaja tidak hanya dibentuk saja,akan tetapi tindak lanjut untuk melaksanakan dan melestarikan kegiatan ini agar tetap berjalan. Ibu Dwi Puji Astuti juga berpesan terhadap kader untuk memasang badan dalam merealisasikan program ini. Adapun acara inti yang dipimpin oleh Ibu Aida salah satu (Programer Posyandu Remaja) dari puskesmas membicarakan tentang bimbingan teknis kader.

Tujuan adanya posyandu remaja ini yaitu sebagai wadah positif dan sarana edukasi yang mengantarkan remaja desa Gondang melek akan kesehatan dan tidak terjerumus dari hal-hal yang tidak baik di zaman milenial. Jika posyandu remaja tidak ada, kesehatan dan masalah remaja tidak ada yang terdeteksi dan tidak ada wadah untuk memfasilitasi problema tersebut.  “Posisi kader layaknya konseler sebaya yang siap pasang badan untuk membantu masalah yang terjadi terhadap teman sebaya itulah salah satu prinsip kader” ujar Ibu Aida.

Didalam proses posyandu remaja terdapat 5 meja yang harus di laksanakan. Meja satu yaitu pendaftaran, Meja kedua yaitu pengukuran yang meliputi BB, TB, Lingkar lengan atas, dan tensi. Meja ketiga sebagai pencatatan (raport kesehatan remaja), disinilah kader bisa melontarkan pertanyaan kepada remaja terkait yang di rasakan, kader harus mempunyai inisiatif dan eksplorasi kepada remaja tersebut. Semakin cepat menemukan masalah semakin kita tahu yang dirasakan oleh remaja, walaupun kader tidak dituntut untuk menyelesaikan tetapi dengan masalah tersebut bisa di konsultasikan dan ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas. Meja keempat sebagai pelayanan kesehatan, pemberian TTD, konseling PHKS, pencegahan PTM dan lain-lain. Dan meja yang terakhir yaitu penyuluhan, disini menjadi penyalur ajang kreatifitas remaja, misalanya diisi senam, diskusi, dan lain-lain.

Setelah menjelaskan tentang prosedur posyandu remaja, acara disambung dengan pemilihan ketua posyandu remaja yaitu Veri Khoirul A. Remaja usia 16 tahun yang berasal dari dusun Beku. Acara ditutup dengan do’a dilanjutkan sesi foto bersama.

 ( Posyandu Remaja Serta Bimbingan Teknis Calon Kader di Desa Gondang )

Penulis : Intan Sukma Sari


Dipost : 2022-07-25 12:49:45 | Dilihat : 96